Arrow
Selamat datang di website contoh kami yang baru dibuat untuk anda semua

Berita Terbaru...

ads

ads

Komisi A: Akan Audit Pustu Kelurahan Bahagia

Posted by Unknown ~ on Jumat, 20 Maret 2015 ~ 0 comments

Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bahagia Kecamatan Babelan, Yang Baru Di Bangun.

POTRET BEKASI, Babelan : Jum’at, 20 Maret 2015. Pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, diduga tidak sesuai anggaran.

Pasalnya, pembangunan yang dibangun oleh Kontraktor diduga tidak maksimal, lantaran terlihat banyak ruangan yang kondisinya bocor dan kurang baik.

Sementara petugas Pustu yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Potret Bekasi, mengatakan, pekerjaan yang dilakukan kontraktor beberapa waktu lalu diduga asal-asalan, lantaran baru beberapa bulan dikerjakan kondisi bangunan sudah terlihat banyak yang rusak.

"Kami menduga pekerjaan yang di lakukan kontraktor tidak sesuai, belum lama dibangun dinding-dinding mulai pada retak dan plapon pun banyak yang bocor, “ujarnya.

Selain itu, kata dia, lantai pun tidak diurug dengan padat, sehingga belum digunakan dua bulan lantai-lantai mulai mengeluarkan bunyi ketika diinjak, dan untuk peralatan AC yang seharusnya tersedia empat buah, ternyata hanya dipasang dua buah.

"Belum dua bulan saja keramik sudah pada bangun, dinding-dinding pun mulai retak, dan flapon mulai banyak yang terlihat bocor, pemasangan AC yang seharusnya di pasang sebanyak empat buah, hanya di pasang dua buah, “terangnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini Puskesmas Pembantu Babelan pun belum ada serah terima dari pihak Kontraktor.

"Puskesmas ini belum ada serah terima dari pihak pengembang ke pihak Puskesmas Pembantu atau Puskesmas Babelan I, ”jelasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Babelan I, Dr Dimyati mengatakan, saya itu cuma ketempatan saja, bangunan pustu Kelurahan Bahagia didapat melalui Dinas Bangunan (Disbang), saya tidak berharap Pustu itu dibangun. Namun, karena itu bukan domainnya, atas surat perintah pembangunan Pustu melalui Disbang, akhirnya dikerjakan. Tapi, kata dia, pembangunan Pustu tidak diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Kita berharap tidak direhab bangunan Pustu Kelurahan Bahagia, karena adanya surat perintah oleh Disbang, akhirnya dikerjakan. Tapi, dalam pengerjaannya Dinkes tidak mengetahui, "ujarnya, saat ditemui diruang kerjanya.

Sebenarnya bahwa tahun ini, Dinkes akan menjadikan Pustu yang ada di Kelurahan Bahagia sebagai Puskesmas Unit.  Dirinya pun mengakui, bahwa Puskesmas Pembantu dibangun dengan anggaran sebesar Rp.800 juta, dan pembangunan pun sudah dilaporkan ke Dinkes, jika memang dalam pembangunannya ada kekurangan, pihaknya akan menegur pelaksana pekerjaannya.

“Pembangunan Pustu sekitar Rp.800 juta, jika ada kekurangan dalam pembangunannya maka akan kita laporkan ke pemborongnya, “terangnya.

Ia menambahkan, saya sudah beberapa kali hubungi pihak pemborong untuk membawa masuk alat poli gigi yang sampai saat ini berada di luar gedung, namun belum juga dilaksanakan, dan bangunan Pustu itupun belum diserah terimakan dari pemborong ke pihak Dinkes.


”Alat poli gigi yang berada diluar Pustu menjadi temuan kita untuk kita laporkan ke pemborong. Dan sampai saat ini gedung baru tersebut belum diserah terimakan dari Pemborong ke Dinkes, "ungkapnya.

Terpisah, dalam hal ini, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Syamsul Falah, mengatakan, pembangunan Pustu Kelurahan Bahagia jika tidak sesuai anggaran yang ada jelas melanggar hukum, apalagi diduga sampai tidak sesuai Daftar Perincian Anggaran (DPA).

Syamsul Falah, Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.


"Tindakan tersebut termasuk tindakan korupsi, domainnya hukum, "ujarnya, Jum'at (20/3).

Ia menambahkan, tindakan korupsi tersebut, pihaknya akan segera mengaudit agar diketahui siapa pemborong dan perusahaannya.

"Kalau itu, kan hukumannya itu bukan ke orangnya. Tapi perusahaannya. Tapi, nanti kita akan black list orang dan perusahaannya, "terangnya.

Sementara, Malik (31), salah satu warga sekitar yang sedang berobat pun menyesalkan kontraktor yang telah membangun Pustu Kelurahan Bahagia. Pasalnya, kerusakan tersebut membuat resah dokter dan pasien yang datang untuk berobat.

"Kontraktor yang membangun Puskesmas ini tidak punya hati, saya pribadi sangat kasihan kepada warga yang berobat, jadi membuat pasien tidak nyaman, padahal baru dibangun kok banyak kerusakan, "terangnya. (Red)


Related Posts

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Followers