POTRET BEKASI, Babelan : Kamis, 16 April 2015. Ada yang berbeda dengan rumah Hj Juju Jubaedah yang terletak di RT. 05/06, Kelurahan Kebalen. Pasalnya, beberapa ruangan di rumah yang ditempati sejak puluhan tahun ini diduga mengandung zat belerang dan hawa panas yang ada disekeliling kamar.
Menurut sang pemilik rumah, Juju Jubaedah mengatakan, suhu dan bau yang tidak sedap yang ada di rumahnya sudah terjadi sejak 1 bulan yang lalu.
"Kejadian saudah sekitar 1 bulan yang lalu, tapi suhu dan baunya lebih panas lagi sekitar 1 minggu ini. Terkait hala tersebut saya juga sudah melaporkan ke pihak RT/RW, Kelurahan, PLN bahkan kepolisian," ungkapnya saat ditemui Potret Bekasi.
Lanjut Juju, menurutnya ia pun heran dengan keadaan yang terjadinya di rumah peninggalan orang tuanya tersebut.
"Saya juga bingung ini bisa kenapa, lagi bikin rumah mah listrik dirumah saya 900 watt aja, tapi ini ada yang aneh. Bahkan disalah satu ruangan kamar itu hawa panas dan bau bisa membuat air dan telur menjadi matang," jelas Juju.
Kejadian ini pun diluar dari dugaan akal sehat, akibat ini terkadang pihak keluarga pun mengalami kepanasan dan terpaksa tidur di pendopo yang letaknya persis berada di depan rumah.
"Sangking panasnya itu keramik, kalau gak pakai sandal kaki bisa merah dan lecet, terkadang saya pun harus memakai sandal di dalam rumah. Mudah-mudahan ini ada jalan keluar, supaya semua bisa kembali seperti semula," harapnya.
Di tempat yang sama, petugas PLN regional Babelan, Dimas mengungkapkan, pemeriksaan yang terjadi sekitar 60 menit tersebut mendapati salah satu bagian seperti pasa dan netral yang posisinya itu tertukar.
Menurut Dimas, antara pasa dan netral itu tidak tepat, tempatnya tertukar. Sehingga bisa menyebabkan panas mencapai 300 Volt. Dan jika didiemkan saja bisa mengakibatkan kesetrum bahkan hal terburuk itu kebakaran.
"Untuk pemeriksaan sementara ada gangguan didalam bagian listrik (meteran) jadi bisa panas, kita tunggu sekitar 3 hingga 7 hari untuk mengetahui lanjutannya. Kalau belum ada perubahan nanti kita akan koordinasi dengan pihak yang lain," tutup Dimas. (Red)
Tidak ada komentar: