Arrow
Selamat datang di website contoh kami yang baru dibuat untuk anda semua

Berita Terbaru...

ads

ads

Wujud Kramat Legon, merupakan Makam Prabu Brawijaya di Babelan Bekasi

Posted by Unknown ~ on Selasa, 28 April 2015 ~ 0 comments


lokasi jalan menuju keramat legon alias parabu brawijaya
desa hurip jaya babelan kabupaten bekasi


Potret Bekasi : Bekasi, 29 April 2015. Desa Hurip Jaya merupakan daerah pinggir pantai, desa tersebut masuk dalam wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

Dari penelusuran Tim Media Online Potret Bekasi dibimbing bersama Ustad (45), Pimpinan Majelis Dzikir Qolbu Daarul Alam, desa tersebut terdapat banyak sekali peninggalan sejarah besar, yang perlu dikaji bersama, keberadaan makam di kramat Legon Desa Hurip Jaya yang berada di tengah rawa, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi untuk diselami.

Konon kabarnya makam tersebut, tidak ada yang mengetahui keberadaannya, kalau pada saat musim hujan, daerah tersebut bisa dibilang rata dengan air, namun anehnya hanya makam tersebut yang tidak terendam air, walaupun posisi makam itu berada ditengah hamparan rawa.

Tim dari Mazelis Dzikir Qolbu Daarul Alam bersama Potret Bekasi, mencoba mendatangi lokasi tersebut, dan bertemu dengan salah satu penunggu makam, sebut saja Aki (55), kuncen penunggu Makam itu. Saat bincang dengan penjaga makam, ternyata betul makam itu, sudah lama berada di kampung kramat legon dan keberadaanya tidak ada yang mengetahui.

 " persisnya, saya kurang tau, soalnya sejak saya lahir, katanya makam kramat legon ini,  sudah lama ada disini, yang dari dahulunya rawa " cetusnya kepada Media Online Potret Bekasi(29/04/2015).

Aki, Kuncen Makam Kramat legon, menambahkan, bahwa banyak sekali masyarakat luar daerah yang datang untuk berkunjung atau berziarah ke makam ini, ada yang dari, Jakarta, cirebon,Banten, dll. " ia banyak yang datang dari luar daerah, ada yang dari Jakarta, cirebon, banten, dll " imbuhnya.

Menurut Pantauan dari Pimpinan Majelis Zikir Qolbu Daarul Alam, Ustad (45), bahwa, makam itu adalah makam Prabu Brawijaya, yang saat berperang menepi atau mengasingkan diri kepinggir pantai Utara yang sekarang bernama Bekasi.

 " Dari kacamata spritual, makam tersebut merupakan makam prabu brawijaya, ia coba menepi ke laut utara, sampai akhir hayatnya "  keterangannya.

Tidak hanya itu, Ustad (45) menambahkan, dalam lingkaran makam yang dikelilingi oleh rawa tersebut, terdapat juga lorong yang tembus ke-pusaran pintu seribu (laut), yang ada di ulekan sungai labu wilayah muaragembong, yang sesungguhnya secara mata bathin bisa bermuara kemana saja.

“ ada juga disini itu, pusaran besar  atau yang disebut dengan lorong menuju pintu seribu, yang pusat pintu seribu itu ada disungai labu, yang bila memasukinya bisa menuju kelaut manapun dinegeri ini “ cetusnya.

Sementara itu dalam situs wikipidi, menurut Serat Kanda menyebut nama asli Brawijaya adalah Angkawijaya, putra Prabu Mertawijaya dan Ratu Kencanawungu. Mertawijaya adalah nama gelar Darmawulan yang menjadi raja Majapahit setelah mengalahkan Menak Jingga, bupati Blambangan.   

Sedangkan pendiri Kerajaan Majapahit versi naskah babad, dan serat bernama Jaka Sesuruh, bukan Raden Wijaya sebagaimana fakta yang sebenarnya terjadi. Menurut Serat Pranitiradya, yang bernama Brawijaya, bukan hanya raja terakhir saja, tetapi juga beberapa raja sebelumnya. Naskah serat ini menyebut urutan raja-raja Majapahit ialah: Jaka Sesuruh bergelar Prabu Bratana, Prabu Brakumara, Prabu Brawijaya I, Ratu Ayu Kencanawungu, Prabu Brawijaya II, Prabu Brawijaya III, Prabu Brawijaya IV, dan terakhir, Prabu Brawijaya V. (Red)


Related Posts

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Followers