Arrow
Selamat datang di website contoh kami yang baru dibuat untuk anda semua

Berita Terbaru...

ads

ads

PT. PGN Harus Sosialisasikan Masyarakat Desa Buni Bakti

Posted by Unknown ~ on Rabu, 18 Maret 2015 ~ 0 comments

Remaja Yang Tergabung Dalam Ikatan Remaja Musholla (Ikramus) Nurul Hikam
POTRET BEKASI, Babelan : Rabu, 18 Maret 2015. Remaja yang tergabung dalam Ikatan remaja Musholla (Ikramus) Nurul Hikam, warga RT. 14 dan 15 RW 08 Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, menuntut pihak PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mensosialisasikan penggalian Pipa di wilayah tersebut.

Pasalnya, masyarakat Desa Buni Bakti hingga saat ini masih belum banyak yang tahu wilayahnya akan dilintasi galian pipa gas milik PT. Perusahaan Gas Negara (PGN).

Seperti halnya, Ahmad Bayhaki (25) ketua Ikramus Nurul Hikam mengatakan, sampai saat ini pihak PT. PGN belum ada sosialisasi tentang penanaman pipa gas.

“Kami butuh penjelasan PGN tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) nya seperti apa,” ujar pria yang sehari-hari berkecimpung di dunia kesehatan, Rabu (18/3).

Selain itu, ia juga meminta kejelasan kepada pihak PT. PGN mengenai kompensasi, dan berharap desa yang bersinggungan langsung dengan proyek tersebut baik itu pusat produksi maupun hanya sebagai perlintasan pipa gas harus diperhatikan, mulai dari sisi keterlibatan tenaga kerja hingga alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR). 

“Intinya adanya proyek ini harus memakmurkan kita, bukan malah membuat kita menderita, dan kompensasiya seperti apa harus jelas, karena apabila proyek tersebut berjalan akan mengganggu aktivitas perekonomian warga,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Wahid (27) sekertaris Ikramus Nurul Hikam. Menurutnya, pihak PT. PGN harus peka terhadap masyarakat apalagi mengganggu hak-hak kemanusian, masyarakat ingin nyaman kehidupanya tanpa takut gas meledak.

“Jangan sampai kompensasi ini dijadikan ajang pembodohan masyarakat, warga di iming-imingi uang tanpa adanya sosialisasi tentang AMDAL,” tandasnya.


Sementara, Ismail (37) ketua RT15 Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan, saat berbincang dengan Potret Bekasi mengatakan, “saya mah tergantung warga, kalau warga menolak ya tolak, kalau menerima ya digali,” ujarnya. (Lukman)


Related Posts

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Followers